AP2HI, KKP, dan Australian National University (ANU) Melakukan Studi Sosial Ekonomi dalam Pengembangan Harvest Strategy

IMG_20161114_152803

Saat ini pemerintah Indonesia sedang dalam proses pengembangan Harvest Strategy (strategi panen) dan Harvest Control Rule (suatu penetapan sistem pembatasan, target dan aturan main dalam pengelolaan perikanan) khususnya untuk tuna sirip kuning dan cakalang di perairan Indonesia. Sejauh ini, prosesnya telah difokuskan kepada pengumpulan data biologis dan data penangkapan untuk tujuan penilaian stok ikan, model stok ikan, dan penentuan target dan batas yang sesuai untuk manajemen pengelolaan perikanan.

Selain aspek biologi di atas, pertimbangan mengenai aspek sosial dan ekonomi diakui juga merupakan aspek penting agar Harvest Control Rule (HCR) dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan dalam jangka panjang, namun dalam prosesnya kedua aspek ini masih belum dikembangkan. Untuk itu AP2HI bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan ANU melaksanakan studi awal untuk mengidentifikasi isu-isu sosial dan ekonomi yang perlu diprioritaskan untuk pengelolaan perikanan.

Dr. Nick McClean, ahli dari ANU, hadir sebagai pembicara dengan topik “Tujuan Pengelolaan Aspek Sosial dan Ekonomi” dalam lokakarya Harvest Strategy yang diadakan di Bogor pada tanggal 14 November 2016. Di workshop ini sebuah survey didistribusikan untuk melihat persepsi dari para peneliti dan pengambil keputusan mengenai topik ini. Kemudian studi dilanjutkan dengan mengunjungi Kendari, Sulawesi Tenggara, sebagai studi kasus Karena daerah ini merupakan salah satu wilayah untuk pengembangan HCR. Di Kendari tim menemui Dinas Kelautan Perikanan daerah setempat, BPS, perusahaan penangkapan dan pengolahan, anggota AP2HI (PT. Dharma Samudera), dan juga nelayan untuk mendapat pemahaman yang baik mengenai kondisi sosial dan ekonomi perikanan setempat. Hasil dari studi kasus ini dapat diunduh di sini, sebuah artikel mengenai penelitian ini juga dapat dilihat di sini.


IA, KA

Please follow and like us:
Follow by Email
FACEBOOK
FACEBOOK