Kode Etik AP2HI (2016)

KODE ETIK  

AP2HI

Asosiasi Perikanan Pole & Line dan Handline Indonesia

 

Menyadari bahwa pengelolaan perikanan tuna harus dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip kelestarian dan perikanan berkelanjutan yang bertanggung jawab

Memperhatikan Code of Conduct Responsible Fisheries CCRF FAO sebagai pedoman pelaksanakan perikanan berkelanjutan yang bertanggung jawab

Memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku di wilayah Pengelolan Perikanan (WPP) Republik Indonesia terkait dengan Pengelolaan Perikanan Tuna

Memperhatikan Resolusi dan CMM yang diterbitkan oleh Regional Management Fisheries Organization RFMO

Memperhatikan hasil-hasil penelitian dalam negeri maupun luar negeri yang dapat dipertanggung jawabkan,

Mengingat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga AP2HI Perikanan Pole and Line dan Handline Indonesia

Menyepakati : bahwa perlu disusun  Code of Conduct atau Kode Etik Pemanfaatan Perikanan Tuna  dan Cakalang pada AP2HI Asosiasi Perikanan Pole and Line dan Handline Indonesia yang mencakup:

Kapal dan Alat Penangkapan

  1. Anggota AP2HI wajib mendaftarkan kapal penangkap Pole and Line dan handline dan kapal pengangkut serta alat bantu penangkapan lainnya yang menjadi miliknya dan atau binaannya kepada AP2HI untuk dicatat sebagai Record of Fishing Vessel dan Record of Active Fishing Vessel.
  2. Anggota AP2HI yang memiliki kapal atau kapal binaannya wajib memiliki SIPI dan SIKPI serta SIPR (surat ijin pemasangan rumpon) yang masih berlaku untuk beroperasi di wilayah Republik Indonesia
  3. Anggota AP2HI menjamin  kapal penangkap Pole and Line miliknya atau yang menjadi binaannya dilengkapi dengan ruang palka umpan yang memadai sehingga dapat mengurangi kematian umpan selama dalam perjalanan ke fishing ground sebagai salah satu upaya menjaga sumber daya umpan
  4. Anggota AP2HI wajib melaksanakan penanganan ikan diatas kapal dengan cara-cara penanganan yang benar (good handling practices) untuk mendapatkan hasil tangkapan yang berkualitas
  5. Anggota AP2HI Memastikan bahwa semua kapal yang memasok ikan ke perusahaan terdaftar sesuai dengan Hukum Indonesia

Pengoperasian Kapal dan Alat Penangkapan Ikan

  1. Anggota AP2HI menjamin bahwa setiap kapal penangkap Pole & Line dan Handline menghindari tertangkapnya ikan hiu, penyu, lumba lumba dan burung laut. Apabila tertangkap dengan tidak sengaja,maka ikan/hewan tersebut dilepaskan kembali dalam keadaan hidup atau bila kondisi mati maka keseluruhan tubuh ikan-ikan/hewan tersebut akan dibawa utuh ke pendaratan ikan
  2. Anggota AP2HI mengupayakan dan menganjurkan untuk tidak menangkap ikan yang belum dewasa dan berukuran rata rata  dibawah 1 kg.
  3. Anggota AP2HI tidak menangkap ikan di daerah konservasi dan daerah perlindungan ikan lainnya sesuai ketentuan peraturan perundangan yang ditetapkan .
  4. Anggota AP2HI, kapal-kapalnya tidak menerima hasil tangkapan dari kapal Purse Seine walaupun dalam satu perusahaan, untuk menghidari bias dalam pelaksanaan traceability dan penilaian ecolabel sertifikat.
  5. Anggota AP2HI memastikan bahwa kapal yang dioperasikan atau memasok ikan ke perusahaan bersedia untuk menerima program observer seperti yang telah diatur oleh Undang-Undang Negara Republik Indonesia
  6. Anggota AP2HI memastikan kapal-kapal yang memasok ikan ke perusahaan agar supaya melaksanakan program logbook yang ditetapkan oleh  pemerintah Indonesia
  7. Setiap perusahaan anggota yang akan melakukan bisnis dengan nelayan supplier dari perusahaan anggota lain, disarankan untuk saling berkordinasi

Penyediaan Umpan Hidup

  1. Anggota AP2HI menghindari pengadaan umpan hidup dari daerah-daerah konservasi atau daerah perlindungan lainnya sesuai peraturan perundangan
  2. Anggota AP2HI dihimbau untuk membangun dan mengembangkan upaya-upaya pembudidayaan ikan  dalam rangka mengatasi kelangkaan umpan hidup
  3. Anggota AP2HI mendorong  terbentuknya kelompok nelayan umpan hidup yang melakukan penangkapan benih ikan melalui sistem culture based fisheries dengan pengelolaan community based management.

Penanganan dan Pengolahan Tuna dan Cakalang

  1. Anggota  AP2HI dilarang membeli ikan hasil tangkapan yang diperoleh dengan cara tidak bertanggung jawab (IUU Fishing)
  2. Anggota AP2HI mendahulukan membeli ikan dari kapal anggota AP2HI
  3. Anggota AP2HI agar menghindari pembelian ikan berbobot dibawah 1 kg
  4. Anggota AP2HI agar melakukan pembinaan, bimbingan dan penyuluhan terhadap nelayan pemasoknya.
  5. Anggota AP2HI memberikan harga pembelian bahan baku terbaik dibandingkan dengan pembeli di luar AP2HI
  6. Anggota AP2HI menjamin untuk menghasilkan produk yang berkualitas

Program Peningkatan Kualitas Perikanan

  1. Anggota AP2HI mendukung program peningkatan kualitas perikanan (FIPs) sebagai upaya dalam hal mendapatkan sertifikasi ekolabel
  2. Anggota AP2HI berperan aktif dalam meningkatkan akses pasar yang berkelanjutan
  3. Anggota AP2HI berperan aktif meningkatkan efektivitas IOTC dan WPCFC dan sekaligus melindungi perikanan Pole & Line dan Handline dari ketidakadilan pasar
  4. Anggota AP2HI memastikan stok ikan cakalang yang berkelanjutan
  5. Anggota AP2HI berperan aktif dalam penegakan hukum terhadap aktivitas illegal fishing
  6. Anggota AP2HI mendukung pengembangan dan pelaksanaan pengelolaan perikanan yang tepat
  7. Anggota AP2HI mendukung pengumpulan data yang diperlukan untuk penilaian stock dan pemantauan eksploitasi
  8. Anggota AP2HI menghadiri kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan perikanan berkelanjutan dan mendukung langkah langkah persiapan  menuju sertifikasi ekolabel dengan seluruh pemangku kepentingan yaitu pemerintah, nelayan, industry dan masyarakat
  9. Anggota AP2HI mendukung pelabuhan sampling dan program pengumpulan data lainnya sesuai dengan persyaratan pemerintah Indonesia
  10. Anggota AP2HI mendukung pada peningkatan kualitas ikan ntuk menghindari kerugian

Program Pengembangan Sumber Daya Manusia

AP2HI memahami pentingnya peningkatan kualitas sumberdaya manusia sehingga berperan serta dalam kegiatan pelatihan yang diadakan

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Follow by Email
FACEBOOK
FACEBOOK