AP2HI mendukung nelayan di Bitung untuk mendapatkan keahlian dan kompetensi penanganan ikan

April 2, 2019

AP2HI bekerjasama Direktorat Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan Ikan / Dir. KAPI, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap / DJPT, Kementerian Kelautan dan Perikanan mengadakan pelatihan keahlian dan kompetensi penanganan ikan bagi para nelayan. Pelatihan diadakan di Auditorium PPS, Sulawesi Utara, 7-8 Februari 2019.

 

Keahlian dan Kompetensi 

Tujuan dari pelatihan ini adalah membuat nelayan yang memiliki keahlian dalam penanganan ikan. Mereka juga akan memiliki kompetensi dalam menggunakan alat tangkap. Kemampuan ini menjadi penting karena negara tujuan saat ini untuk ekspor produk perikanan menuntut agar para nelayan harus memiliki legalitas. Oleh karena itu, AP2HI memfasilitasi semua anggota untuk mendapatkan sertifikat bagi nelayan pemasok mereka.

 

Apa yang terjadi selama pelatihan 

Dalam pelatihan ini, peserta mendapat materi terkait penanganan ikan dan alat tangkap. Sebelum pelatihan dimulai, instruktur AP2HI melakukan pra-tes bagi nelayan untuk mengetahui seberapa baik pemahaman mereka tentang materi pelatihan. Selanjutnya, pelatih mengajarkan  materi di kelas dan dilanjutkan dengan sesi diskusi. Instruktur memberikan pertanyaan terkait materi dan nelayan yang mendapat yang ditunjuk dipersilahkan untuk menjawab.

Pada hari pertama, materi pelatihan adalah tentang kemampuan penanganan ikan. Pelatih untuk sesi pertama adalah Ibu Herni Onibala yang merupakan instruktur dari SMK Negeri 3 Bitung. Dia mempresentasikan Pengantar Prinsip ABCD, Pengantar Teknik Penanganan Ikan di Papan dan Pengantar Teknis Penyimpanan Dingin. Pada sesi terakhir, Bpk. Mulyadi yang merupakan instruktur dari Balai Pendidikan dan Penelitian Perikanan Bitung, memberikan materi tentang Pemeliharaan Alat Tangkap, Operasi dan Penyimpanan Alat Tangkap dan cara menggunakan GPS untuk Operasi Penangkapan.

Pada hari terakhir, Bapak Zulfikar yang merupakan infrastruktur dari Direktorat Kapal Penangkap Ikan dan Alat Penangkap Ikan (Direktorat Penangkapan Ikan dan Alat Penangkap Ikan / Dir. KAPI) memaparkan materi tentang Proses Pengantar Pengurangan Kualitas Ikan. Kemudian diikuti dengan diskusi tentang Persyaratan Kebersihan Pribadi, Peraturan Pendahuluan tentang Peralatan dan Penempatan Penangkapan Ikan serta Perjanjian Kerja dan Dokumen Pengantar Fisher. Dia menutup pelatihan dengan Gambar Pendahuluan dan Bentuk Alat Pancing.

 

Hasil yang didapatkan oleh peserta

Semua nelayan yang bergabung dalam acara ini senang dengan pelatihan, selain mendapatkan pengetahuan mereka juga memahami perlunya legalitas jika mereka memiliki keahlian dalam menangani ikan dan kompeten untuk operasi alat tangkap. Pelatihan ini menampung empat anggota perusahaan (PT. Marina Nusantara Selaras, PT. Sari Tuna Makmur, PT. Chen Woo Fishery, dan PT. Jaya Bitung Mandiri). Para anggota menginginkan para nelayan mereka memiliki keterampilan dalam menangani ikan. Hasil pelatihan akan meningkatkan metode penanganan ikan di atas kapal. Selain itu, akan menjaga kualitas ikan dari saat penangkapan, mendarat hingga diproses. Terakhir, hal ini akan berdampak pada pengurangan jumlah ikan yang ditolak dan membantu perusahaan untuk mempertahankan pasar mereka.